Andaikan Kopasus dikirim ke Gaza
Januari 14, 2009
Ada acara tentang pasukan khusus terbaik di dunia di sebuah stasiun tv d discovery channel military. Penilaiaannya bukanlah berupa alat2 yg canggih melainkan penilaiaanya di sesuaikan dengan kemampuan individunya dan inilah hasilnya: posisi pertama di duduki SAS (Inggris), lalu posisi kedua diduduki oleh MOSSAD (ISRAEL), yg menarik adalah posisi ketiga diduduki amaKOPASUS (Indonesia)!!!! dan pembawa acaranya mengatakan kalau amerika bahwa tida berada di peringkat pertama karena amerika sangat bergantung sama alat-alat perang canggihnya bukan karena skill dari tentaranya, beda sama kopasus yg memang minim fasilitas dll tapi dia memiliki skill yang pro.

Sniper Kopasus

Infantry Kopasus

Tontaipur, satuan khusus dari KOSTRAD

Bataliyon intai amfibi

Detasemen Jala Mengkara
Kopassus adalah kekuatan elite yang selalu mengutamakan jumlahnya yang sedikit dan kemampuannya untuk melakukan penyerangan secara cepat. Mereka telah terjun dalam berbagai operasi militer di wilayah Indonesia yang keamanannya sedang tidak terjamin. Unit Kopassus terlibat dalam operasi pembebasan sandera dalam pesawat Garuda Airline Woyla pada tahun 1981. Beberapa anggota Kopassus juga telah mendaki puncak Gunung Everest di tahun 1997.
Melihat kekuatan militer Indonesia yang sangat membanggakan diatas, sungguh sangat kecewa dan mubadzir ketika tentara-tentara pro indonesia hanya bisa melihat dari televisi saudaranya kaum muslimin di Gaza palestina dihinakan dan dibantai oleh Israel dengan kekuatan militernya. Andaikan pemimpin negeri ini berani untuk mengirim 1000 pasukan kopasus saja pasti pasukan israel gentar ketika ingin menggempur palestina, dan pasukan elite Kopasus yang diketahui memiliki skill luarbiasa ini akan menghinakan musuh Allah dan rasulNya.
Entry Filed under: Politik dunia. Tag: Gaza, israel, kopasus, palestina.
14 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed




1.
wyd | Januari 14, 2009 at 1:49 pm
mungkin presiden yth. kuatir malah ntar kita yang dibantai mossad
2.
cenya95 | Januari 15, 2009 at 9:17 am
Hebat euyy… kudu brani…

Komunikasi politik merupakan sebuah tantangan dan perlu dimodernisasikan sehingga tingkat keperdulian politik masyarakat meningkat.
Sy pilih orang yang perduli terhadap lingkungannya.
Salam
3.
omiyan | Januari 16, 2009 at 4:03 am
bener bos …. anggap aza zionis tuh sebagai tikus percobaan hehehe
4.
ririkudamonde | Januari 18, 2009 at 1:21 pm
Wah, betul juga ya kalo Koppasus dikirim kesana setidaknya korban yg berjatuhan lebih sedikit, apalagi kalo para ormas2 islam di fasilitasi untuk kesana pasti banyak mujahid2 kita yg jihat kesana..!!!
5.
junjungpurba | Januari 18, 2009 at 1:58 pm
baru tau saya soal ini…ternyata kopasus diperhitungkan juga ya.
6.
temon | Januari 18, 2009 at 3:04 pm
aku stuju aja sih kalo di kirim ke palestine..
paleng yang gak stuju istri2 para kopasus…..
he2
7.
rasgar | Januari 19, 2009 at 3:15 am
saya juga setuju kalo Kopasus diturunkan ke GAZA ya selama ini mungkin sudah banyak latihan yang mereka jalani nah sekarang di GAZA itu situasinya benar-benar perang ya setidaknya mempraktekan apa yang diajarkan waktu latihan. Tapi RI kalo seluruh Negara yang Pro Palestina mengirimkan pasukannya mungkin Bpk Presiden juga akan memerintahkannya tuk membantu Palestina. Ya kalo hanya Bangsa Indonesia ya tkut jga ntar diserang oleh negara yang pro istrael. Tapi aku berharap mudah2an para pemimpin negara didunia segera mengambil tindakan jangan menunggu korban lebih banyak jatuh lagi.
8.
huwa | Januari 22, 2009 at 9:29 am
tapi kan beda indonesia ama gaza… gaza padang pasir.. indonesia hutan… mungkin mreka butuh latihan dlu di padang pasir, klo dah ok.. baru hajar
9.
MUJAHID | Januari 25, 2009 at 1:01 pm
gue setuju buanget tapi kapan ya indonesia mw begitu SUBAHANNALLAH
10.
eka_koswara | Januari 29, 2009 at 1:49 am
DI KITA TEH BANYAK DUKUN SANTET SANTET AZA PARA YAHUDI NYA NGAK USAH REPOT-REPOT KIRIM PASUKAN
11.
numbey | Februari 18, 2009 at 5:05 am
Sepakat kang.Daripada Kopassus nangkapin mahasiswa atau aktivis apalagi diorganisir untuk mengadu domba rakyat kemudian dikatakan ada konflik. Padahal itu untuk bisnis senjata para tentara. Kenapa gak dikirim ke Gaza aja atau jaga perbatasan negara biar pulau-pulau terluar tidak disabet negara lain.
12.
fadhlierlanda | Februari 21, 2009 at 12:57 pm
waktu lebanon baru diserang israel, kita ngirim pasukan garuda ke sana buat membantu proses perdamaian. knapa kita skrg gak kirim tentara kita ke palestin?
13.
sariyanto | Februari 24, 2009 at 6:21 am
gak usah repot2 mas…kita kan punya banyak dukun santet, kerjain aja dari jauh beres….tapi yang mau bayar siapa tuh dukunya…..
14.
Bendol | April 22, 2009 at 9:13 am
coba penulis mengetahui referensi dari pengamat militer dan juga pelaku sejarah kemiliteran Indonesia. saya lupa namanya siapa kalau gak salah PITUT SOEHARTO. Dia sering muncul di acara metro TV yang namanya “Secret Operation”. DIa bilang Indonesia pernah mengirim duta militer di sana dengan maksud mengajarkan taktik perang gerilya kepada rakyat Palestina,. Tapi apa yang disaksikan oleh mereka rakyat Palestina kebanyakan cuma nonton perang antara salah satu faksi di Palestina (HAMAS, JIP, PLO) dengan Yahudi. “CUMA NONTON DOANG!”
Menurut si pengamat militer itu, Perang Gerilya adalah Perang SEMESTA, artinya semua elemen masyarakat ikut berperan serta dalam berperang. kalau tidak maka taktik gerilya tidak akan pernah jalan. itulah kenapa dari kacamata militer Indonesia Serangan Palestina selalu dimentahkan oleh Yahudi. kata kunci adalah PERSATUAN!!! selama umat Islam di Palestina dan seluruh dunia kagak bersatu maka impian Yahudi bakal minggir itu omong kosong.apalagi dengan khayalan andaikata Kopassus turun.. emangnya Palestinai wilayah siapa? yang ngasih makan Kopassus siapa? yang wajib membela adalah Rakyat Palestina keseluruhan. dengan menghilangkan sikap2 fanatik ekstrim mereka terhadap organisasi, golongan, atau partai.
Tentang Persatuan , kenapa umat Islam berpecah belah? padahal Tuhannya sama, Al-Qur’annya sama, Nabi nya sama Muhammad Shalallahu’alaihi wa Sallam? kenapa itu.. karena pemahaman mereka tentang Islam itu tidak seragam. berbeda-beda. kuncinya kalau mau pertolongan Allah datang kepada mereka adalah dengan menyatukan pemahaman keIslaman mereka sebagaimana Rasulullah telah mengajarkan Islam kepada para Sahabatnya.
buat Sariyanto, gak perlu juga bawa-bawa dukun santet… lha wong dengan banyaknya dukun santet di Indonesia aja negara ini jadi tambah kacau kok. Kepastian besar dengan masuknya dukun santet di Palestina, malah akan membuat Yahudi semakin bertahan lama di Palestina