Posts filed under 'pendidikan'
Para Penemu Dari bangsa Indonesia
Hmm, ternyata menjadi bangsa Indonesia di dunia ini cukup membanggakan, karena memiliki putra-putra besar dalam segi ilmu pengetahuan yang tidak kalah dengan mancanegara, berikut daftarnya para penemu (ilmuan):
1. Abdul Jamil Ridho & Niti Soedigdo – Penemu Varietas Unggul Singkong Raksasa
2. Adi Rahman Adiwoso – Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit
3. Alexander Kawilarang – Penemu Kapal Ikan Bersirip
4. Andrias Wiji Setio Pamuji – Penemu Reaktor Biogas
5. Arief Mulyana Djumra – Penemu Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan
6. Aryadi Suwono & Tim Peneliti ITB – Penemu Bahan Pendingin Baru yang Lebih Hemat Energi
7. Ayub S. Parnata – Penemu Bakteri Kompos Organik
8. Bacharuddin Jusuf Habibie – Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)
9. Budi Noviantoro – Penemu Klip Penambat Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi
10. Dani Hilman Natawijaya – Penemu Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus Gempa
11. Djuanda Suraatmadja – Penemu Beton Polimer yang Ramah Lingkungan
12. Eddyman, Intan Elfarini & Kanaka Sundhoro – Penemu Obat Antinyamuk Alami dan Murah
13. Evvy Kartini – Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas
14. Fuad Affandi – Penemu Pupuk Alami dari Air Liur
15. Herman Johannes – Penemu Tungku Berbahan Bakar Briket Arang Kayu dan Dedaunan
16. I Gede Ngurah Wididana – Penemu Formula Minyak Oles Bokhasi
17. I Made Budi – Penemu Formula Sari Buah Merah untuk Pengobatan
18. Lalu Selamat Martadinata – Penemu Alat Pemanggil Ikan
19. M. Djoko Srihono – Penemu Penjernih Air Limbah
20. Maruni Wiwin Diarti – Penemu Senyawa Antimikroba dari Rumput Laut
21. Minto – Penemu Kompor dan Pengering Hasil Tani dengan Tenaga Matahari
22. Mumu Sutisna – Penemu Hormon Penyubur Anakan Padi
23. Mulyoto Pangestu – Penemu Teknik Ekonomis Pembekuan Sperma
24. Neny Nurainy – Penemu Varian Virus Hepatitis B Indonesia
25. Puji Slamet Arif – Penemu Motor Listrik Hemat Energi
26. Rahmiana Zein – Penemu Teknik Pemisahan Cairan dalam Kecepatan Tinggi
27. Randall Hartolaksono – Penemu Formula Kimia Pemadam Api Ramah Lingkungan
28. Rizal & Juffri Sahroni – Penemu Penghemat Bahan Bakar Diesel
29. Robert Manurung – Penemu Minyak Jarak Murni
30. Saverinus Nurak – Penemu Mesin Pompa Tangan Berkekuatan Tinggi
31. Sutjipto & Ryantori – Penemu Konstruksi Fondasi Sarang Laba-laba
32. Sutrisno – Penemu Alat Perangkap Lalat Buah
33. Sedijatmo – Penemu Konstruksi Fondasi Cakar Ayam
34. Septinus George Saa – Penemu Rumus Penghitung antara Dua Titik Rangkaian Resistor
35. Sofin Hadi – Penemu Metode Cincin untuk Sunat Tanpa Luka
36. Sri Wuryani, Mustadjab, Euis M. Nirmala, Siwi Hardiastuti – Penemu Pengawet Aroma dalam Hampa
37. Tjokorda Raka Sukawati – Penemu Landasan Putar Bebas Hambatan Sosrobahu
38. Warsimin Adiwarsito – Penemu Marmer Buatan
39. Widowati Siswomihardjo – Penemu Bahan Baru untuk Gigi Palsu yang Lebih Aman dan Murah
40. Windu Hernowo – Penemu Penghemat Bahan Bakar Mesin
41. Yanto Lunardi Iskandar – Anggota Tim Penemu HIV & Metode Peningkatan Hematopoiesis
42. Yudi Utomo Imardjoko – Penemu Kontainer Limbah Nuklir
43. Zahlul Badaruddin – Penemu Zahlul Integrated Unit (Desain Sistem Efisien untuk Produksi Obat/Kimia)
16 comments November 20, 2008
Kecurangan UN, Potret Pendidikan Nasional
Ketua Komisi Pendidikan DPRD Jawa Tengan M. Iqbal Wibisono mengatakan, praktek kecurangan dalam ujian nasional bisa dilakukan oleh para pejabat dinas pendidikan. Sebab selama ini ada anggapan jika tingkat kelulusan siswa di suatu daerah rendah, maka daerah tersebut akan dianggap tidak maju. Sebaliknya, jika tingkat kelulusan tinggi maka daerah itu dianggap daerah yang maju. [TEMPO Interaktif, Senin, 21 April 2008]
Kasus kecurangan Ujian Nasional (UN) tampaknya merata di seluruh daerah. Forum Guru Garut (Fogar) menemukan kecurangan ujian yang diduga melibatkan Dinas Pendidikan Kab Garut. Menurut Ketua Fogar Dadang Johar, Jumat (25/4/2008), kecurangan dan kebocoran soal UN di Kab Garut terjadi dengan modus operandi yang lebih rapi dibandingkan tahun sebelumnya. [okezone.com, Jum'at, 25 April 2008]
Jakarta – Sedikitnya 26 guru, delapan kepala sekolah, dan 13 petugas tata usaha (TU) terlibat dalam kasus kecurangan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat. Mereka saat ini sudah ditahan oleh pihak berwajib, kata Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Dr M Yunan Yusuf, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (25/4) siang. [www.sinarharapan.co.id, Sabtu, 26 April 2008]
Liputan6.com, Medan: Sejumlah pengajar yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru Medan melaporkan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional di berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Utara. Hasil temuan kecurangan ini dilaporkan kepada Gubernur Sumut.
Mungkin beberapa kutipan berita diatas hanyalah sebagian kasus Kecurangan UN yang terjadi pada Ujian Akhir Nasional (UN) 2008. Memang Ujian Akhir Nasional (UN) yang dilakukan pada minggu kemarin dapat menggambarkan betapa buruknya sistem pendidikan nasional kita. Dan yang lebih mengherankan lagi sebagian kasus itu dilakukan oleh praktisi pendidikan misalnya: guru-guru di sekolah yang bersangkutan ataupun tidak menutup kemungkinan oleh dinas pendidikan di suatu daerah karena ada anggapan apabila hasil Ujian Akhir Nasional (UN) di suatu daerah rendah maka pendidikan di daerah tersebut kurang maju.
Hingga saat ini, ada dua kemungkinan mereka melakukan “tugas kotor” tersebut. Pertama, mereka melakukan untuk dibisniskan. Mereka menjual soal-soal Ujian Akhir Nasional (UN) kepada siswa dengan harga yang menggiurkan. Dan kedua, mereka melakukan itu karena mereka ingin semua siswa mereka dapat lulus Ujian Akhir Nasional (UN) karena mereka tidak mau melihat siswanya sedih hanya karena tidak lulus Ujian Akhir Nasional (UN). Seperti yang diberitakan pada salah satu SMA di daerah Medan tentang kasus kecurangan pada Ujian Akhir Nasional (UN), para guru sengaja membenarkan jawaban para murid karena mereka tidak mau melihat orang tua siswa bersedih akibat anak mereka tidak lulus Ujian Akhir Nasional (UN). Para guru itu juga menyalahkan pemerintah yang dianggap tidak adil karena dalam Ujian Akhir Nasional (UN) tersebut, ada pelajaran Bahasa Inggris yang ikut diujikan. Para guru itu menyebutkan jika untuk SMA di kota-kota besar mungkin tidak begitu mengkhawatirkan dengan mengujikan Bahasa Inggris karena banyak siswa-siswa yang dapat mengikuti les bahasa Inggris. Akan tetapi, untuk siswa mereka yang rata-rata orang tuanya hanyalah bekerja sebagai petani, bersekolah saja sudah bersyukur, apalagi untuk mengikuti les. Mungkin cukup membingungkan jika kecurangan Ujian Akhir Nasional (UN) disebabkan pada alasan kedua. Di satu sisi, mereka melakukannya karena dengan niat mulia, tetapi di satu sisi, mereka sama saja menghancurkan definisi pendidikan itu sendiri. Padahal mereka adalah salah satu orang yang berperan besar terhadap pendidikan di Indonesia. Lalu, siapa yang disalahkan dan apa yang harus kita lakukan?
Apakah pendidikan di Indonesia hanya seperti ini. Lalu bagaimana bisa kita mengejar pendidikan negara-negara maju jika dari pendidikan SMA saja sudah seperti ini. Kapankan Indonesia bisa menemukan sistem pendidikan yang memang benar-benar baik? Mungkin itulah tugas-tugas kita sebagai genarasi muda untuk memajukan negara ini. Begitu banyak “lubang-lubang” yang harus kita tambal untuk memajukan negara ini. Dan salah satunya adalah memperbaiki sistem pendidikan nasional, karena pendidikan adalah syarat bangkitnya suatu negara.
sumber:
http://gringo1988.wordpress.com/2008/04/30/kebobrokan-pendidikan-di-indonesia/
13 comments April 30, 2008



