Hebat! Dinding Kuno Arsitektur Islam Terbuat dari Bubuk Tulang

Januari 21, 2009 at 12:01 am 5 komentar

Kebudayaan Islam pada masa kekhilafahan memang sangat pesat banyak penemuan dari bidang sains dan teknologi yang dihasilkan.

GRANADA, MINGGU — Baru-baru ini, para ilmuwan telah menemukan tungku batu bata abad ke-14 yang ternyata dipakai untuk memanggang tulang belulang binatang untuk tujuan tertentu. Uniknya, tulang belulang yang telah dibakar itu dipakai sebagai campuran bahan bangunan.

Setelah dipanggang, tulang-tulang tersebut kemudian dibuat menjadi bubuk yang akan dicampur dengan bahan material lainnya. Campuran inilah yang dipakai untuk melapisi dinding bangunan yang dibuat masa itu.

Lapisan yang sangat kuat tersebut banyak ditemui pada bangunan abad pertengahan berarsitektur Islam yang dibangun di daerah yang kini disebut Granada, Spanyol. Lapisan pelindung dinding penuh ornamen dekoratif yang biasa disebut patina itu menutupi bagian luar bangunan-bangunan yang dibangun peradaban kuno.

Sang pembuat tampaknya memahami ilmu kimia. Dia kerap mencampur bahan baku bangunan dengan kapur atau gips, kuarsa, atau mineral tanah liat. Untuk pewarnaan, peracik menambahkan oksida besi dan hidroksida. Menurut catatan penelitian, bahan baku bangunan tersebut berasal dari susu, kulit telur, minyak, lilin, bahkan darah dan air seni. Studi terbaru mengaitkan tujuan tungku dengan patina di dinding.

“Ini laporan pertama mengenai tulang yang dibakar di patina yang terdapat di monumen Muslim, dan juga artefak arkeologi—kompor dan material mentah—yang digunakan untuk menghasilkanya,” ujar Carolina Cardell, salah satu tim peneliti di Universitas Granada.

Dengan menggunakan metode baru untuk mengidentifikas komponen artefak bersejarah, tim peneliti menemukan hidroksi apatit, komponen utama pada zat warna tulang dan tulang binatang, pada patina dinding abad pertengahan di Granada. Uji coba yang digunakan murah dan tidak berpotensi merusak artefak bersejarah. Penemuan tersebut akan dirinci minggu ini di jurnal Analytical Chemistry.

Sebelumnya, bubuk yang terbuat dari tulang yang dibakar telah diidentifikasi pada patina yang digunakan di monumen Kristiani abad pertengahan, Greco-Latin, dan Celtic. “Tetapi sepanjang pengetahuan kami belum pernah ditemukan di konstruksi Medieval Moorish,” ujar seorang peneliti.


Istana Alhambra di Granada, Spanyol.

Entry filed under: Teknologi. Tags: , , , .

Tahukah, Gaji Seorang Karyawan Google? Rakyat Irak Bangun Monumen Sepatu Untuk Al Zaidi

5 Komentar Add your own

  • 1. astriani  |  Januari 21, 2009 pukul 1:29 am

    Tulisan yang bagus, silahkan baca tulisan saya di http://www.astriani.wordpress.com. Terima kasih

    Balas
  • 2. tukyman  |  Januari 24, 2009 pukul 3:14 am

    hari sabtu gak ada gawean, akhirnya aku ya ngeblog jalan satu satunya🙂
    + ninggalin bekas

    Balas
  • 3. Hafid Algristian  |  Januari 26, 2009 pukul 4:43 pm

    granada tu spanyol ya, mas?
    al andalus?
    hmm…

    terimakasih infonya. keren!

    Balas
  • 4. achoey  |  Januari 28, 2009 pukul 11:12 am

    sesuatu yang memukau
    membanggakan🙂

    Balas
  • 5. Blog Competition 2009  |  Januari 28, 2009 pukul 5:27 pm

    mantap

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Blog Stats

  • 182,746 hits

%d blogger menyukai ini: