Penegakan Syariah dan Khilafah Didukung 7.000 Ulama

Juli 28, 2009 at 1:36 am 7 komentar

Lebih dari 7.000 ulama hadir dalam Muktamar Ulama Nasional (MUN) di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/7). Mereka sepakat untuk mendukung perjuangan menegakkan syariah dan khilafah. Wujud dukungan para ulama itu dituangkan dalam Mitsaq al-Ulama (Piagam Ulama).

Para ulama menyadari bahwa umat Islam, khususnya di Indonesia, menghadapi berbagai persoalan. Pangkal persoalan itu adalah tidak ada kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah kepemimpinan seorang khalifah. Karenanya penegakan syariah dan khilafah adalah mutlak sebab itulah jalan satu-satunya menuju terwujudnya izzul Islam wal muslimin. Maka dari itu para ulama siap menjadi garda terdepan dalam perjuangan menegakkan syariah dan khilafah serta membela para pejuangnya.

Muktamar ini diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia bersamaan dengan momentum Isra’ Mi’raj 1430 H, sekaligus peringatan 88 runtuhnya Khilafah. Kegiatan ini selain dihadiri oleh para ulama dari seluruh Indonesia, juga dihadiri para ulama dari berbagai negara antara lain India, Bangladesh, Pakistan, Asia Tengah, Turki, Mesir, Yaman, Lebanon, Palestina, Syam, Sudan, dan Inggris. Secara bergantian para ulama dari berbagai negara ini menyampaikan pikirannya terhadap kondisi umat Islam baik di negaranya maupun di dunia internasional. Di sela-sela itu gema takbir berkumandang. ”Allahu Akbar.” Teriakan: ”Khilafah, khilafah, khilafah,” bersautan menjelang akhir muktamar.

Ustad Sidiq Al Jawi dari Indonesia, sebagai pembicara pertama mengawalinya dengan mengungkap berbagai intervensi asing di Indonesia di segala bidang kehidupan. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ternyata penduduknya banyak yang miskin. Menurutnya, ini terjadi karena Indonesia menerapkan ideologi yang salah sejak merdeka hingga kini.”Solusinya jelas yakni dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah Islam,” katanya.

Para ulama luar negeri dalam muktamar yang menggunakan pengantar bahasa Arab ini pun menegaskan bahwa umat Islam kian terpuruk ketika menjauh dari penerapan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah (sistem pemerintahan Islam). Mereka menyatakan bahwa Khilafah adalah sebuah kewajiban yang agung, dan berjuang untuk menegakkannya kembali adalah kewajiban yang agung pula bagi setiap Muslim.

Begitu pentingnya kewajiban itu, sedemikian hingga para sahabat Nabi SAW bersepakat untuk mendahulukan upaya memilih pemimpin pengganti Rasulullah (khalifah) daripada memakamkan jenazah Rasulullah SAW, sekalipun mereka memahami bahwa memakamkan jenazah secara segera menjadi kewajiban mereka pula. Tindakan para sahabat Nabi SAW ini menunjukkan arti pentingnya perjuangan untuk menegakkan Khilafah sebagai sebuah kewajiban yang harus sesegera mungkin dilaksanakan.

Amir Hizbut Tahrir al-‘Alim Abu Rasytah dalam sambutannya yang diperdengarkan kepada muktamirin mengutip firman Allah dalam surat Fathir ayat 28 yang menyatakan bahwa hanya ulama-lah yang takut kepada Allah. Ulama adalah pewaris para Nabi, sehingga masa depan apa yang ditinggalkan oleh Nabi SAW tergantung pada ulama.

“Sesungguhnya tegaknya Khilafah bukan sekadar persoalan utama yang hanya menjamin kemuliaan kaum Muslim dan rahasia kekuatannya saja. Tetapi itu juga merupakan yang pertama dan terakhir dari berbagai kewajiban yang lain,”

Syeikh Atha’ menyeru: “Sungguh, kami sangat ingin saudara semuanya ikut berpartisipasi bersama kami untuk meraih kemuliaan yang agung ini, dengan berjuang untuk menegakkan Khilafah?” Ia berharap muktamar ini menjadi pengantar terbitnya fajar Khilafah, sehingga seluruh dunia diterangi oleh kemuliaan dan kekuatan kaum Muslim. Umat Islam juga kembali lagi menjadi umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Dan negara mereka menjadi negara nomor satu lagi di dunia, yang membawa kebaikan dan berkah di seluruh aspek kehidupan. (LI)

Entry filed under: Islam. Tags: , , , .

Bantahan Memilih yang Terbaik diantara Yang Buruk pada Pilpres 2009 Meraih Keutamaan Ramadhan

7 Komentar Add your own

  • 1. BOY  |  Juli 28, 2009 pukul 1:47 am

    Assalamualaikum wr wb
    Salam kenal.
    Semoga wacana ini dapat ditegakkan di Indonesia sehingg akan menjadi negeri yang makmur

    Balas
  • 2. suciptoardi  |  Juli 28, 2009 pukul 1:51 am

    Saya yakin, tanpa jihad perang, khilafah hanya sekedar isapan jempol belaka, hanya pada tataran teori….

    Balas
  • 3. islamarket.net  |  Juli 28, 2009 pukul 3:27 am

    ITU TAHUN KAPAN? KOQ KAYAKNYA GAK ADA KABAR?

    Balas
  • 4. pembebasaniain  |  Agustus 13, 2009 pukul 4:26 pm

    khilafah tinggal menunggu waktu!

    Balas
  • 5. Rizal Islami  |  Oktober 16, 2009 pukul 9:51 am

    subhanallah………

    Balas
  • 6. simple-hide  |  Maret 2, 2010 pukul 10:48 am

    semoga damai selalu aja deh

    Balas
  • 7. abu ismail  |  Oktober 20, 2010 pukul 4:32 pm

    Jujur saja satu usaha yang sangat baik menegakkan syariat dan khilafah, tapi yang perlu di sadari oleh orang2 islam yang belum tahu ilmu syariat dan khilafah secara benar :
    1.Yang dimaksud syariat bukanlah kekuasaan,politik,kekuatan melainkan tetapi tatacara individu hamba allah untuk menyembah allah semata tanpa sekutu satupun, seperti bagaimana kita sholat yang benar,bagaimana dzikir yang benar,bagaimana kencing yang benar. Benar kebenaran ukurannya berdasar firman allah dan suriteladan dari rosulullah tanpa dicampuri pemikiran dan keinginan2 yang lain tanp tafsir,tanpa sarh yang tidak ada dari rosul

    2. Khilafah bukanlah :kepemimpinan,bukanlah pemerintahan, tetapi khilafah adalah pelayan umat yang memudahkan,melancarkan,meluaskanjalan bagi umat untuk masuk surga selamat dari neraka

    3. Syariat bisa tegak hanyalah dengan ilmu bukan karena khilafah,dan syariat bisa berjalan dengan ilmu tanpa khilafah, rosulullah sendiri bersama umat islam lebih mengutamakan ilmu lebih 10 tahun nabi mengajarkan syariat kepada umat syariat penyembahan kepada allah semata tanpa sekutu(tinggalkan berhala)

    3. Khilafah bukanlah jabatan tapi amanah : nabi melarang seseorang yang ingin menjadi khilafah(amir),dalam suatu hadis disebutkan barang siapa yang ingin jadikholifah (amir),lalu allah menjadikannya maka allah akan memasrahkan semua urusan padanya,allah tidak ikut menolong membantu
    Tetpi brng siapa dijadikan kholifah,amir bukan karena permintaan maka,allah akan menolongnya

    Sejarah telah mencatat ; setelah kholifah ali meninggal hasan dibaiat menjadi kholifah, tetapi ada pihak yang tdk setuju akhirnya mendirikan kholifah sendiri umat terpecah hasan pun mengalah menyerahkan kekhilifan kepada muawiyah ketika muawiyah meninggalkan digantikan yazid anaknya sejarah mencatat kerusakan umat islam terjadi dimana2 pelanggaran,kemaksiatan dll bahkan hajaj bin yusuf panglima yazid membunuh husein bin ali cucu nabi, bukankah mereka para ulama, sahabat orang2yang tdk jauh dari kehidupan nabi?

    5. Apa pendapat anda ketika ada 7000 ulama’ sepakat mendirikan khilafah diindonesia?bukankah ini satu keinginan, cita2, bukankah tidak boleh bercita2 menjadi kholifah?ketika 230 juta rakyat indonesia setuju mendirikan khilafah,siapakah yang pantas jadi khilafah,
    ?pastilah setiap golongan akan mengajukan calonnya masing2 dari pks,hti,fpi,mmi,salafi,laskar jihad,dll dan mereka akan bingung milih akhirnya ya layaknya politik,adakan kampanye dll kalo ada terpilih tdkkah ini tdk akan dapat ridlo allah?kareana brgkat dari cita2 , keinginan,

    6. Kalo mendirikan khilafa wajib, kenapa gak segera diwujudkan, bukan dalam hadits sudah ada : tdk halal bagi 3 orang di muka bumi kecuali mengangkat amir pada salah satunya mereka

    Jadi 7000 ulama kok blm mendirikan khilafah, amir? Halalkan hidup mereka dibumi indonesia ini?

    7.Hanya dengan ilmulah syariat bisa tegak,bisa berjalan dan kholifahan adalah termasuk syariat yang harus wajib dikerjakan, itu bisa wujud juga dengan ilmu
    Apakah 7000 ulama itu belum berilmu? Kok blm bisa menjalankan kekholifahan,bukankah 3 orang sj wajib walo tdk ulama untuk mendirikan kholifah?

    8.Ingat nabi muhammad telah mengajrkan ilmu,wahyu kepad shabatnya sehingga mereka taat ibadah menjalankan syariat allah, ketika nabi wafat mereka tdk langsung sibuk memakamkan nabi tapi sibuk mengangkat pengganti beliau karena mereka faham ilmu dari nabi , bgtu nabi wafat maka hidup mereka tdk halal lagi kalo tdk segera meengangkat kholifah

    9. Ketika individu sdh faham ilmu tntng sholat mereka akan tertib sholat, klo sdh faham ilmu tdk boleh mencuri tdk akan ada barang hilang dan tdk perlu hukum potong tangan, ketika mereka faham dosa zina mereka akan menjauhi tempat zina, hal2 yang mengarah zina dan lokalisasi dengan sendirinya tdk akan laku, tdk perlu di tutup,diobarak.

    10. Begitu pentingnya ilmu karean ilmu adalah nyawanya islam,hidupnya islam dan tegaknya atau tiangnya iman

    Wassalam
    Pasti ada salah kata dan pemahaman sy dimata anda kami mhon maaf

    Allah akan menunjukan pada orang yang dikehendaki dan menyeatakan pada orang yang dikehendaki

    Termasuk dikendaki apakah kita?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

Blog Stats

  • 182,746 hits

%d blogger menyukai ini: